Minggu, 17 Mei 2015

kenangan SMA


     SMA adalah masa-masa paling indah bagi para remaja dimana di SMA ditemukan berbagai peristiwa menyenangkan, menyedihkan dan mengharukan. di SMA juga tercipta kenangan indah dan takkan terlupakan. saya adalah salah seorang yang sangat bangga dengan SMA saya, yaitu SMA N 1 Kedungwuni. pengen tau tentang SMA 1 Kedungwuni ? kunjungi blog ini: http://pekalongankab.go.id/fasilitas-web/berita/blog-daerah/2855-sma-n-1-kedungwuni.html ini juga ada sekilas tentang SMA 1 Kedungwuni http://www.sman1kedungwuni.net/p3db/index.php?option=com_k2&view=item&id=1:sekilas-tentang-sman-1-kedungwuni&Itemid=5 disana saya diajarkan banyak hal dan pengalaman yang membuat saya bangga dan menjadi murid yang berkarakter. menurut orang-orang sih kelas X adalah masa paling culun. karena baru memulai ospek, kelas XI adalah masa-masa paling nakal, dan kelas XII adalah masa-masa menegangkan. dimana pada kelas XII kita dituntut berbagai macam ujian untuk persyaratan kelulusan. ada ujian sekolah, ujian nasional dan ujian praktek.
      saya sangat bersyukur masuk di keluarga besar CLASSICO yaitu singkatan dari Class Sains One. saya bersyukur kelas XI dan XII bersama mereka. walau sering ribut kalo diskusi dan berbeda pendapat. kita sangat kompak dalam melakukan berbagai hal. banyak kenangan yang tercipta bersama classico. dan kenangannya tidak akan terlupakan.
ini foto Classico:





 ini pada saat melakukan praktikum fisika




 ini setelah selesai praktikum kimia.



 




       salah satu hal paling mengesankan adalah ujian praktek. pada ujian praktek, perasaan deg-degan dan tegang menjadi 1, khususnya ujian praktek fisika, kimia dan biologi. namun ada satu ujian praktek yang tidak deg-degan dan bikin enjoy. yaitu ujian praktek pendidikan jasmani dan kesehatan atau biasa disebut dengan mata pelajaran olahraga, ujian prakteknya yaitu membuat video senam aerobik. sangat seru pada saat proses pembuatan, debat membuat gerakan dan kreatifitas yang kadang hilang membuat semakin susah dalam proses pembuatannya. namun setelah jadi, video nya sangat mengesankan dan membuat kebanggaan tersendiri. malah saya sering menonton video ini jika kangen sama teman-teman SMA. video itu bisa membuat tertawa dan mengobati rindu walau sedikit.

ini foto setelah membuat video senam aerobik:







   ini adalah contoh hasil video senam aerobik dari         SMA N 1 Cilacap








ini adalah hasil video bahasa jawa, yaitu menyanyikan lagu campursari yang dinyanyikan oleh saya sendiri.


    

      setelah semuanya selesai, berbagai macam ujian telah dilakukan, maka tibalah pengumuman kelulusan. alhamdulillah SMA 1 Kedungwuni lulus 100% dengan peringkat yang memuaskan. acara perpisahan dan wisuda berlangsung menyenangkan dan khitmat dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT.






 ini foto perpisahan Classico, SMA 1 Kedungwuni angkatan 28





ini foto setelah wisuda, saya foto bersama sahabat saya di SMA.


Selasa, 12 Mei 2015

I’m sorry, good bye :)



Bagiku, semua itu hanya ilusi. Khayalan tingkat tinggi yang tak akan pernah menjadi kenyataan. Memilikimu adalah suatu asa yang tak mungkin terengkuh, bahkan dalam mimpi sekalipun. Aku hanya figuran yang dicari saat kamu butuh. Aku hanya wanita biasa, banyak kekurangan, buat pelarian yang disia-siakan begitu saja. aku hanya seperti bagian film yang ‘di buang sayang’ nya saja. Tak akan pernah menjadi bagian inti filmnya. Tetap dia, inti filmnya. Tetap dia yang utama bagimu. ah sudahlah. Tak perlu di bahas lagi. Memang hanya persepsiku saja yang melebih-lebihkan segalanya. Terlalu cepat menyimpulkan perhatianmu. Segalanya akan membaik jika kita terus mencoba, melupakan juga. Aku pasti bisa jika aku berlatih, kan ? maka dari itu, hari dimana aku sadar bahwa kamu mulai berubah, aku yang terlalu berharap lebih sedangkan kamu tetap terfokus pada wanitamu, aku yang lancang menembus tembok persahabatan, aku yang memendamnya dan berjuang sendirian mematikan perasaan selama 3 tahun tetapi malah semakin kuat, aku yang.. ah, terlalu banyak aku, iya memang aku yang terlalu banyak berusaha. Sedangkan dia, wanitamu. Tak memerlukan tenaga banyak untuk mendapatkanmu, tak memerlukan hati yang bekerja keras menangis dan berjuang, dia sudah mendapatkan semua cintamu tanpa kekurangan sedikitpun. bahkan ketika wanitamu bersikap cuek dan tak acuh, kamu tetap berjuang. Dan akhirnya aku hanya bisa melihat dari jauh, perjuanganku hanya sebatas ekspektasi, tanpa hasil apapun. Memang kadang hidup bisa selucu itu, yang berjuang tak mendapatkan apa-apa sedang yang biasa saja malah mendapatkan banyak. Disitulah hati berperan, ketulusan cinta di uji, dan aku menyadari, mencintai seseorang itu dengan hati, bukan dengan perasaan. Karena perasaan akan mudah hilang, apalagi yang bersifat menggebu-gebu dan cenderung melihat dari fisik atau luarnya saja, itu yang menyebabkan mudah terputusnya suatu hubungan. Sedangkan hati lebih bisa menerima apa adanya dan tulus sehingga akan lebih bisa bertahan lama serta lebih mudah ikhlas jika perasaan kita tak terbalaskan karena yang terpatri dalam hati adalah mencintainya bukan memilikinya. Hati lebih bisa mengalahkan ego dan perasaan lebih mementingkan ego.
Namun semakin lama aku bertahan, semakin menyakitkan. Kamu semakin keterlaluan menyakitiku. Perlu aku jelaskan, aku sakit hati bukan karena kamu tidak membalas perasaanku, melainkan karena semua perhatianmu yang lebih dari seorang sahabat. karena kamu kembali kepadanya, kepada wanitamu, setelah kamu memberi peluang dan harapan yang besar kepada hatiku untuk terus maju dan bertahan mencintaimu. Ingat, wanita itu terlalu besar harapannya bahkan kepada hal yang tidak pasti sekalipun. Dan ternyata, mencintai terlalu dalam sama saja dengan penyakit. Dalam kebimbangan itu, akhirnya aku memutuskan bangkit. Bukan melupakanmu, aku hanya menempatkanmu di pikiran paling akhir hingga nyaris tak pernah teringat lagi. Bukannya aku menyerah, tapi akhirnya aku sadar bahwa sebenarnya, dari awal kamu memang tidak pernah bisa aku menangkan. Aku sadar, aku hanya melihat ke arahmu tanpa mempedulikan banyak seseorang yang memprihatinkanku dari belakang, mempedulikanku melebihi dirinya sendiri. Sampai aku mati rasa, seperti kehilangan selera untuk mencintai siapapun lagi. Aku terlalu sibuk menutup hati dan menguncinya sampai mengabaikan orang-orang yang berniat membuka hati itu kembali dan bersedia menutup luka yang menganga akibat ulahmu itu. Walau kamu berniat kembali, bukan untuk memilikiku tapi untuk memperbaiki persahabatan kita yang retak karena perasaan bodoh yang aku rasakan, perasaan yang tak seharusnya ada dan tumbuh dalam persahabatan, perasaan lebih dari seorang sahabat, sekeras apapun kamu memperbaikinya, hal yang membuat sakit hati tidak akan pernah bisa kembali seperti awal. Aku membencimu tapi aku juga masih mencintaimu.
Sampai pada akhirnya, aku bertemu seseorang, dengan pertemuan yang tak terduga, mungkin itu jalan dari tuhan untuk mempermudah aku melupakanmu, agar aku tak terlalu payah saat bangkit. itu adalah kebetulan yang indah. Tidak, tidak ada kebetulan. Itu takdir yang sudah diatur tuhan. Cara tuhan mengatakan bahwa kamu tidak pantas untukku, atau aku yang tidak pantas untukmu. Yang jelas, kita tidak ditakdirkan menyatu. Selama 3 tahun ini, banyak yang berusaha membuka hatiku, namun tak seorangpun yang mempunyai kunci yang cocok dengan gembok hatiku. dia yang mempunyai kunci yang cocok dengan gembok itu dan membukanya dengan perlahan tapi pasti, menutup lukanya sampai sekarang sudah hampir sembuh. Ya memang belum sepenuhnya sembuh, Tapi setidaknya dia sudah berjuang mendapatkanku, sudah berusaha keras membuatku tersenyum dan bahagia, dia yang membantu aku bangkit sampai aku bisa berdiri lagi, membuat aku percaya akan laki-laki dan percaya cinta lagi. Ya, mungkin memang untuk wanita lebih baik dicintai daripada mencintai. Dia mencintai aku dengan sepenuh hatinya. dia seperti malaikat pengganti yang dikirimkan tuhan untukku. Dia adalah alasan untuk memulai semuanya dari awal lagi. Aku bersyukur memilikinya. Ternyata membuka hati tak semenakutkan yang aku bayangkan, ternyata membuka hati membuat aku bisa lebih bahagia. Kita saling melengkapi kekurangan, saling mendukung satu sama lain, dan dia menghargai aku sebagai seorang wanita. Tidak overprotective, tak saling menuntut dan tetap berjalan beriringan meraih cita-cita bersama. Tetap memberi kebebasan kepadaku untuk beteman dengan siapa saja asalkan tau batasannya, tau hatiku milik siapa. Aku pun begitu. Sederhana namun indah. aku berusaha mencintai dengan hati bukan perasaan. Dia menjadi malaikat pengganti yang sekarang ada di hatiku dan kamu tetap jadi teman namun keadaannya tidak akan bisa seperti dulu, tak seakrab dulu. cukup mengenalmu dan berkomunikasi secukupnya. I’m sorry, good bye :)

Minggu, 10 Mei 2015

cerpen "love apart"


LOVE APART
“kehidupan itu seperti kita sedang berjalan di tengah jalan raya, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan kita. Kadang kita menemui jalan yang curam, berkelok-kelok, kadang kita terkena jalan berlubang sehingga tidak bisa menghindar dan kadang jalan itu begitu lurus, tanpa lubang apapun. Kita harus mampu mengambil hikmah disetiap kejadiannya~”

“Beneran shill, aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Dia lagi bareng Intan di kantin. Mesra banget, ya aku cukup tahu lah, kayak ada ‘something happen’ gitu. Lagian itu bukan kali pertamanya aku lihat Denny sama wanita lain” kata gadis berambut pendek sebahu dan bermata bulat, persis seperti Dora. Dia adalah Dea, tetangga dan sahabat Shilla dari kecil, dan kebetulan satu SMA dengan Denny, pacar Shilla.
“iya Dee, aku percaya kamu, thanks ya infonya” jawab Shilla, Fakesmile.
“iya, Shill. Aku nggak maksud buat merusak hubungan kalian, nggak tega aja lihat kamu dibodohin sama laki-laki nggak bener kayak Denny. Aku harap kamu bisa berfikir logis, Shill”
“he’em Dee.”
Hujan badai di malam itu seakan turut merasakan kesedihan di hati Shilla. Dia menghabiskan waktunya di kamar sampai pagi. Shilla menangis sambil memetik gitarnya sembarangan, menghasilkan alunan yang tak jelas nadanya namun sangat sendu, begitu menyayat hati. bukan karena meratapi nasib kisah cintanya yang tidak happy ending seperti di novel-novel romance, tapi karena dia menyesali betapa bodohnya dia yang terlalu mempercayai Denny. Sebenarnya sudah sering terjadi kejanggalan di kelakuan Denny setiap mereka bertemu akhir-akhir ini, namun Shilla selalu menepis dalam-dalam rasa curiga nya itu. Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk terlalu mempercayainya semudah itu, tetapi kepercayaan itu disia-siakan Denny begitu saja, bagai “Air susu dibalas air tuba”.
Keesokan harinya Shilla baru membuka handphonenya. 10 sms dan 20 Missed calls yang semuaya dari Denny.



Denny
085786xxx
Shill, kamu kenapa sih? Aku salah apalagi? Please, jangan diemin aku kayak gini, ini nyiksa. Kalo aku salah, kita omongin baik-baik, aku nggak mau berantem sama kamu.

Shilla terkekeh membaca sms itu. “dia bilang nyiksa? Gila tuh orang, kapan sadarnya.
Sebenarnya siapa sih yang tersiksa?” keluh Shilla. Dia sengaja membiarkan Denny menyadari kesalahannya sendiri, namun tampaknya dia tidak akan pernah sadar sebelum dia di beritahu dan bila perlu ditampar. Akhirnya Shilla membalas: Sadari kesalahanmu sendiri, cobalah Introspeksi diri ! J
 ah, lagi-lagi fakesmile.
Matahari senja di pantai itu begitu indah di depan mata, dengan torehan warna jingga yang menyusup di balik pohon-pohon kelapa, begitu  mempesona setiap manusia yang melihatnya. namun tidak dengan Shilla. Gadis itu duduk sendiri di antara batu karang , membiarkan kakinya terkena ombak-ombak kecil yang saling berkejaran, melamun kemudian berbicara dengan si matahari jingga seakan-akan senja itu  mendengarkannya dan mengerti apa yang dirasakan Shilla. Sakit itu masih terasa, luka itu belum sepenuhnya pulih, malah masih segar seperti baru saja terjatuh di suatu lubang yang dalam. YA ! gadis itu baru saja mengalami kejadian pedih khas para remaja, patah hati. Lelaki yang begitu dipercayainya, memilih gadis yang tidak jelas asalnya. Menurut Shilla,  gadis itu memang lebih cantik darinya. Tapi apakah cinta sejatinya hanya memandang fisik ?  ah, lelaki.. semuanya sama. shilla beranggapan bahwa pencuri hati, kejahatan sejati.  Sejak saat itu, dia seperti menutup diri dan hatinya dari pria manapun.
Shilla memutuskan untuk mengakhiri semuanya agar dia tidak tersakiti lebih jauh lagi, kali ini dia harus bertindak tegas agar bisa bernafas lega. Shilla mengajak Denny bertemu di “coffe break” dan Denny menyetujuinya.


“jadi, sudah berapa kali kamu selingkuh di belakangku?” Tanya Shilla. Langsung to the point. Mereka kini sudah duduk berhadapan didalam cafĂ© yang bernuansa klasik itu. Sebenarnya suasana kafe begitu menenangkan hati, romantic dengan dikelilingi banyak lilin dan bunga mawar yang menghiasi di setiap sudut ruangannya. Namun sangat bertolak belakang dengan suasana hati Shilla, sakit, sedih, resah, gundah, bercampur menjadi satu.
“oke, aku jujur, 3 kali. Tapi itu aku nggak sengaja, itu karena pengaruh teman-temanku, Shill. Aku khilaf” jawab Denny.
“dan aku percaya?” Shilla terkekeh mendengar jawaban itu. Klise, sangat klise. “nggak sengaja kok bisa berulang-ulang, khilaf kok sampai 3 kali. Denny, kamu pikir aku sebodoh itu?”
“maafin aku Shill. Aku janji nggak akan ngulangin lagi”
“dan sekali lagi, aku harus percaya janjimu ? kamu tahu ? usang sekali janjimu, Den. Seperti pakaian yang udah nggak dipakai bertahun-tahun”
“terus kamu maunya gimana, sayang? Sumpah, aku cuma sayang kamu. Aku nggak mau pisah sama kamu.”
“maunya aku? Ya jelaslah kita akhiri sampai disini.”
“please, beri aku kesempatan satu kali lagi, Shill.”
“hey, aku sudah memberimu kesempatan berkali-kali, aku nggak bodoh buat ngasih kesempatan lagi. Oke, cukup penjelasanmu. Thanks buat semuanya, buat dua tahun ini, Den. Bagaimanapun juga kamu pernah memberi warna dihidupku. Bye J
 Shilla melangkah pergi, keluar dari kafe itu dengan perasaan yang pedih namun juga lega. Dia tidak memperdulikan Denny yang masih belum putus asa untuk meminta kesempatan lagi. Shilla memang cukup tegar di depan Denny, karena dia berprinsip bahwa menangis di depan seorang laki-laki yang bahkan sudah menyakitinya adalah hal yang tidak berguna dan membuat wanita menjadi semakin lemah di depan para laki-laki. Namun sebenarnya, sepanjang perjalanan pulang, dia tidak berhenti meneteskan air mata.
Menangis semalam takkan mengubah keadaan, namun Shilla sudah berjanji akan menumpahkan semua rasa sakit dan penyesalannya hanya untuk malam itu dan esok ia akan terbangun dengan senyuman serta  berkata “aku baik-baik saja, bahkan sudah jauh lebih baik dari sebelumnya”. Dia membakar semua kenangan bersama Denny. dan di sudut gelap matanya, air mata terakhir itu menetes. Dia memang tipe seorang gadis yang tidak terlalu larut dalam kesedihan dan selalu bisa memotivasi diri sendiri. Sebenarnya dia adalah seorang gadis yang cantik, dengan mata yang agak sipit, hidung mancung dan kulit kuning langsat khas wanita Indonesia yang sebenarnya sangat menarik bagi kaum lelaki, namun terlihat biasa saja karena ia tidak suka merias diri sehingga kecantikannya tertutup oleh kesederhanaannya, masih tersimpan dan hanya lelaki yang benar-benar tulus yang bisa melihat inner-beauty nya.
Mentari pagi mencoba membangunkan Shilla lewat celah-celah jendela kamarnya. Sinarnya seakan menyapa wajah Shilla namun sangat menyilaukan mata sehingga mengganggu ketenangan tidurnya. Udara pagi ini sebenarnya sejuk dan sangat bagus untuk olahraga, tapi entah mengapa Shilla sangat malas untuk melakukan kegiatan yang hampir setiap hari dia lakukan itu. Jangankan berolah raga, berangkat ke sekolah saja ia sangat malas, tidak ada semangat lagi. Shilla terbangun dengan lingkaran gelap dan agak membesar di kedua matanya. Iya, mata panda. mata yang disebabkan karena menangis semalaman.
“selamat pagi”, sapa shilla, mencoba kembali ceria seperti biasa. Dia sudah tiba di sekolahnya, lebih awal dari biasanya. Entah mengapa, ia ingin menyendiri di kelas tetapi malah bertemu Keyla.
“hey, pagi juga. Tumben nyapa.. Kamu kenapa shil ?” jawab seorang gadis berambut ikal panjang yang sedang sibuk mengerjakan tugas fisika. Dia adalah Keyla, sahabat Shilla di SMA nya.
“Ha ? enggak apa-apa kok, key. Hehe” alibi Shilla, mencoba tetap tertawa di depan sahabatnya itu.
Keyla menghentikan aktivitasnya dan tersenyum menatap sheilla, “sudahlah, shill. Kamu fikir kamu bisa bohong sama aku? mata bengkakmu itu udah kebaca kalo kamu itu sedang tidak baik-baik saja “, sanggah keyla.
“hehe.. oke deh aku jujur, aku sedang tidak baik-baik saja”
“pokoknya pulang sekolah nanti kamu ke rumahku,  kamu harus menceritakan semuanya”, ancam Keyla sambil nyengir kuda, kuda lumping tepatnya.
“iya deh, iyaa” jawab Shilla, pasrah. dia sudah menebak sabahatnya itu akan tau alibinya. Sebenarnya dia sudah tidak ingin membahas Denny lagi.
“nah gitu dong. hehe” jawab keyla sambil melanjutkan nulis jawaban PR fisika dari temannya itu.
Tak lama kemudian, guru fisika datang dan pelajaran dimulai.

            “jadi gimana ceritanya ?” tanya keyla. Mereka berdua kini sudah duduk di teras rumah keyla, menikmati cappucino panas diantara hujan yang tiba-tiba turun tanpa permisi.
Shilla menceritakan semuanya dari awal sampai akhir tanpa air mata, rupanya ia menepati janjinya, menangis hanya untuk satu malam.
“oh jadi gitu ceritanya. Ternyata si Denny itu jahat banget ya, aku gak nyangka. Hmm.. Aku tau kamu kuat kok, Shill. Kamu nggak akan bodoh buat mengingat dia lagi. Berarti Allah masih sayang kamu dengan menunjukkan kelakuan dia”, kata Keyla.
“iya, aku udah nggak apa-apa kok. Bahkan aku bersyukur dengan kejadian ini. Aku jadi bisa lebih berhati-hati untuk kedepannya lagi, lebih bisa selektif untuk memilih pasangan” jawab shilla. Lalu dua sahabat sejoli itu pun berpelukan.

“karena terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa dipaksakan dan mencoba bertahan dalam simbol keikhlasan adalah yang terbaik, berharap indah pada akhir cerita~”